Telur Pete Rebus Tumpang Nasi?

 Ambil mangkok tahan panas,

 masukkan dua telur ke dalamnya, (kulitnya nggak ikut ya),

 masukkan pete sesuai selera,

 masukkan bersamaan dengan menanak nasi di rice cooker,

 tunggu setengah jam hingga 45 menit.

 Selama menunggu akan ada bonus bau harum tercium di seluruh bagian rumah, 🙂

 Bersamaan dengan nasi yang matang, kita sekaligus mendapatkan lauk.

 Praktis, 🙂

 #EdisiError

Unlock Tracktion for Mac (redeem)

 I bought Behringer Xenyx QX1202usb, a wonderful cheap small mixer.

 Turn out that it has serial number or code in it case. It allowed us to get full access for Tracktion software.

 So I follow the instruction: register, got confirmation email, download.

 When running the software it prompt me to choose between unlock or continue trial. Of course I went to unlock route. But when I type my email and password it get error.

 Tinkering with it for some hours, the truth’s hit me. Tracktion gave me T5 software link in my email. The license is for T4.

 So I download T4 manually (re-register with the same email address). Installed , ran , unlocked, and… succeed.

 And guess what, after I unlocked T4, I ran T5, and it suddenly became unlocked, a little surprise bonus…, 🙂

Ngalamania Generasi Baru

 Apa beda ‘umak isa apa’, ‘aku ora nggawa libom’, ‘adepes rotom ku lagi mogok’, ‘umak apa wis nakam?’, ‘wis beli soak?’

 dengan

 ‘lesek lop’, ‘ewul’, ‘aro utem’, ‘siw utuk?’, ‘kawa sanap’

 ?

 Kelompok pertama adalah  bahasa walikan khas aremania jaman dulu, kelompok kedua adalah bahasa walikan aremania jaman sekarang yang sering saya baca di pasting media sosial.

 Apa bedanya?

 Bahasa Ngalam kelompok pertama, yang merupakan generasi awal bahasa walikan; hanya membalik kata-kata serapan; kata-kata non bahasa jawa, misal bahasa indonesia. Konon dulu digunakan sebagai sandi, karena penjajah sedikit banyak tahu bahasa indonesia dan tidak tahu bahasa jawa maka penggunaan bahasa indonesia dibalik. Ada beberapa pegecualian seperti kata ‘beli’ karena jika dibalik tidak dapat dibedakan antara ‘ileb’ dan ‘ilep’, maka kata ‘beli’ tetap dipakai secara normal tanpa dibalik.

 Karena bahasa ini merupakan bahasa yang berkembang  dan masyarakat pun berkembang. Dengan seiring perkembangan teknologi dan lahirnya generasi baru Ngalamania, bahasa ini juga berkembang, meski menurut saya menuju ke arah yang membingungkan.

 Eh, kenapa?

 Membingungkan karena generasi baru pemakai bahasa ini membalik kata-kata secara membabibuta. Tentu saja sejak awal memang tidak ada kaidah resmi bahasa walikan. Namun jika kita membalik semua kata termasuk bahasa jawa, percakapan akan menjadi mengerikan (setidaknya bagi saya) karena otak dipaksa menganalisis dan membalik secara nonstop.

 Dari dua kelompok contoh di atas, kelompok pertama lebih mudah dipahami (menurut saya), dan saya sudah familier dengan model pembalikan seperti itu selama bertahun-tahun.

 Kelompok kedua? Well, sepertinya saya harus mengkalibrasi otak dulu, 🙂

 #EdisiGakBisaTidur

Heisenberg’s Uncertainty Principle

 Di tukang fotokopi, menemukan ini terpajang di dinding.

 Kalau ingin MURAH dan CEPAT, jangan harap BAGUS.

 Kalau ingin BAGUS dan MURAH, jangan harap CEPAT.

 Kalau ingin CEPAT dan BAGUS, jangan harap MURAH.

Mungkin banyak yang tak setuju, tapi itu tulisan yang bagus.

🙂

#edisiError

Kebijaksanaan Lokal.

 Kenapa orang tua jaman dulu melarang kita menyapu rumah di malam hari? Kalaupun terpaksa harus menyapu, sapuannya tidak boleh diarahkan keluar melainkan ke dalam untuk dibuang esok harinya?

 Mungkin (hanya kemungkinan), hal itu untuk menghindari barang-barang kecil berharga semacam anting-anting atau kalung emas tipis, atau simcard, yang tak sengaja terjatuh ke lantai ikut tersapu keluar. Karena pada malam hari disapu ke arah dalam, maka misal barang-barang berharga ikut tersapu, kita masih akan dapat mencarinya esok hari, saat cahaya terang, saat akan membuang hasil sapuan di malam kemarin.

Aturan

 Diciptakan untuk ditaati

 … dan dilanggar.

 Tentu saja pelanggar aturan akan dikenai sanksi.

 Sanksi terhadap pelanggar seharusnya ada di tiap aturan

 Tetapi beberapa aturan dibuat tanpa sanksi untuk pelanggar, entah kenapa

 #edisiError

 (hampir tertabrak kendaraan di area Car Free Day)

3D (Polar/Cylindrical Coordinate) Animation of 2D Diffusion Equation using Python, Scipy, and Matplotlib

 Yup, that same code but in polar coordinate.

 I use nabla operator for cylindrical coordinate but ditch the z component.

 So, what’s the z-axis for? It’s represent the u value, in this case, temperature, as function of r and phi (I know I should use rho, but, …)

import scipy as sp

from mpl_toolkits.mplot3d import Axes3D
from matplotlib import cm
from matplotlib.ticker import LinearLocator, FormatStrFormatter
import matplotlib.pyplot as plt

import mpl_toolkits.mplot3d.axes3d as p3
import matplotlib.animation as animation

#dr = .1
#dp = .1
#nr = int(1/dr)
#np = int(2*sp.pi/dp)


nr = 10
np = 10

r = sp.linspace(0.,1.,nr)
p = sp.linspace(0.,2*sp.pi,np)

dr = r[1]-r[0]
dp = p[1]-p[0]

a = .5

tmax = 100
t = 0.


dr2 = dr**2
dp2 = dp**2

dt = dr2 * dp2 / (2 * a * (dr2 + dp2) )
dt /=10.
print 'dr = ',dr
print 'dp = ',dp
print 'dt = ',dt



ut = sp.zeros([nr,np])
u0 = sp.zeros([nr,np])

ur = sp.zeros([nr,np])
ur2 = sp.zeros([nr,np])


#initial

for i in range(nr):
for j in range(np):
if ((i>4)&(i<6)):
u0[i,j] = 1.
#print u0

def hitung_ut(ut,u0):
for i in sp.arange (len(r)):
if r[i]!= 0.:
ur[i,:] = u0[i,:]/r[i]
ur2[i,:] = u0[i,:]/(r[i]**2)
ut[1:-1, 1:-1] = u0[1:-1, 1:-1] + a*dt*(
(ur[1:-1, 1:-1] - ur[:-2, 1:-1])/dr+
(u0[2:, 1:-1] - 2*u0[1:-1, 1:-1] + u0[:-2,1:-1])/dr2+
(ur2[1:-1, 2:] - 2*ur2[1:-1, 1:-1] + ur2[1:-1, :-2])/dp2)
#calculate the edge
ut[1:-1, 0] = u0[1:-1, 0] + a*dt*(
(ur[1:-1, 0] - ur[:-2, 0])/dr+
(u0[2:, 0] - 2*u0[1:-1, 0] + u0[:-2, 0])/dr2+
(ur2[1:-1, 1] - 2*ur2[1:-1, 0] + ur2[1:-1, np-1])/dp2)
ut[1:-1, np-1] = u0[1:-1, np-1] + a*dt*(
(ur[1:-1, np-1] - ur[:-2, np-1])/dr+
(u0[2:, np-1] - 2*u0[1:-1, np-1] + u0[:-2,np-1])/dr2+
(ur2[1:-1, 0] - 2*ur2[1:-1, np-1] + ur2[1:-1, np-2])/dp2)


#hitung_ut(ut,u0)
#print ut

def data_gen(framenumber, Z ,surf):
global ut
global u0
global t
hitung_ut(ut,u0)
u0[:] = ut[:]
Z = u0
t += 1
print t

ax.clear()
plotset()
surf = ax.plot_surface(X, Y, Z, rstride=1, cstride=1, cmap=cm.coolwarm,
linewidth=0, antialiased=False, alpha=0.7)
return surf,


fig = plt.figure()
#ax = fig.gca(projection='3d')
ax = fig.add_subplot(111, projection='3d')

P,R = sp.meshgrid(p,r)

X,Y = R*sp.cos(P),R*sp.sin(P)

Z = u0
print len(R), len(P)



def plotset():
ax.set_xlim3d(-1., 1.)
ax.set_ylim3d(-1., 1.)
ax.set_zlim3d(-1.,1.)
ax.set_autoscalez_on(False)
ax.zaxis.set_major_locator(LinearLocator(10))
ax.zaxis.set_major_formatter(FormatStrFormatter('%.02f'))
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='x', offset=-1. , cmap=cm.coolwarm)
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='y', offset=1. , cmap=cm.coolwarm)
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='z', offset=-1., cmap=cm.coolwarm)

plotset()
surf = ax.plot_surface(X, Y, Z, rstride=1, cstride=1, cmap=cm.coolwarm,
linewidth=0, antialiased=False, alpha=0.7)

fig.colorbar(surf, shrink=0.5, aspect=5)

ani = animation.FuncAnimation(fig, data_gen, fargs=(Z, surf),frames=4096, interval=4, blit=False)
#ani.save('2dDiffusionfRadialf1024b512.mp4', bitrate=1024)

plt.show()





.

100×100 size

The Wrong Code Will often Provide Beautiful Result, :)

 It means to compute 2d diffusion equation just like previous post in polar/cylindrical coordinate, and all went to wrong direction, 🙂

 Still trying to understand matplotlib mplot3d behavior

import scipy as sp

from mpl_toolkits.mplot3d import Axes3D
from matplotlib import cm
from matplotlib.ticker import LinearLocator, FormatStrFormatter
import matplotlib.pyplot as plt

import mpl_toolkits.mplot3d.axes3d as p3
import matplotlib.animation as animation

#dr = .1
#dp = .1
#nr = int(1/dr)
#np = int(2*sp.pi/dp)

nr = 10
np = 10

dr = 1./nr
dp = 2*sp.pi/np

a = .5

tmax = 100
t = 0.


dr2 = dr**2
dp2 = dp**2

dt = dr2 * dp2 / (2 * a * (dr2 + dp2) )
dt /=10.
print dt



ut = sp.zeros([nr,np])
u0 = sp.zeros([nr,np])

ur = sp.zeros([nr,np])
ur2 = sp.zeros([nr,np])

r = sp.arange(0.,1.,dr)
p = sp.arange(0.,2*sp.pi,dp)

#initial

for i in range(nr):
for j in range(np):
if ( (i>(2*nr/5.)) & (i<(3.*nr/3.)) ):
u0[i,j] = 1.
#print u0

def hitung_ut(ut,u0):
for i in sp.arange (len(r)):
if r[i]!= 0.:
ur[i,:] = u0[i,:]/r[i]
ur2[i,:] = u0[i,:]/(r[i]**2)
ut[1:-1, 1:-1] = u0[1:-1, 1:-1] + a*dt*(
(ur[1:-1, 1:-1] - ur[:-2, 1:-1])/dr+
(u0[2:, 1:-1] - 2*u0[1:-1, 1:-1] + u0[:-2,1:-1])/dr2+
(ur2[1:-1, 2:] - 2*ur2[1:-1, 1:-1] + ur2[1:-1, :-2])/dp2)


#hitung_ut(ut,u0)
#print ut


def data_gen(framenumber, Z ,surf):
global ut
global u0
hitung_ut(ut,u0)
u0[:] = ut[:]
Z = u0

ax.clear()
plotset()
surf = ax.plot_surface(X, Y, Z, rstride=1, cstride=1, cmap=cm.coolwarm,
linewidth=0, antialiased=False, alpha=0.7)
return surf,


fig = plt.figure()
#ax = fig.gca(projection='3d')
ax = fig.add_subplot(111, projection='3d')

R = sp.arange(0,1,dr)
P = sp.arange(0,2*sp.pi,dp)
R,P = sp.meshgrid(R,P)

X,Y = R*sp.cos(P),R*sp.sin(P)

Z = u0
print len(R), len(P)



def plotset():
ax.set_xlim3d(-1., 1.)
ax.set_ylim3d(-1., 1.)
ax.set_zlim3d(-1.,1.)
ax.set_autoscalez_on(False)
ax.zaxis.set_major_locator(LinearLocator(10))
ax.zaxis.set_major_formatter(FormatStrFormatter('%.02f'))
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='x', offset=0. , cmap=cm.coolwarm)
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='y', offset=1. , cmap=cm.coolwarm)
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='z', offset=-1., cmap=cm.coolwarm)

plotset()
surf = ax.plot_surface(X, Y, Z, rstride=1, cstride=1, cmap=cm.coolwarm,
linewidth=0, antialiased=False, alpha=0.7)

fig.colorbar(surf, shrink=0.5, aspect=5)

ani = animation.FuncAnimation(fig, data_gen, fargs=(Z, surf),frames=500, interval=30, blit=False)
#ani.save('2dDiffusionf500b512.mp4', bitrate=512)

plt.show()

.

Miss Lay.

 Baca komen seperti  “Permainan gitar Eross pecah banget….” di Youtube, hati langsung panas.

 Berani-beraninya menghina sang maestro, sana, ke comberan sana, tempat asalmu, …
 Eh, tunggu…
 Itu bukan hinaan, itu pujian…
 Pecah? Pujian?
 Yeah, beberapa dari kita sering menggunakan kata tak pada tempatnya, 🙂
 Penggunaan kata ‘pecah’ sebagai pujian datang dari Maia Estianty saat menjadi juri The Remix.
 Tentu saja penggunaan kata ‘pecah’ di dunia DJ atau remix sangat cocok; merujuk pada sunyi yang lambat laun menjadi semakin ramai seiring dengan penumpukan nada-nada sampling yang makin banyak, tempo yang makin cepat dan diakhiri dengan sebuah hentakan…, pecah…, 
 OK, itu pujian, bagaimana kalo kata ‘pecah’ digunakan di permainan gitar. Yeah, kami menganggap kata pecah sebagai kata berkonotasi buruk; merujuk pada suara gitar yang seharusnya clean namun karena setting yang buruk jadi terdengar ‘brebet’ atau ‘pecah’.
 Bukannya efek gitar Telecaster-nya Eross mempunya karakter pecah?  Ehm, EDrive-nya Eross, seperti namanya, ‘drive’, hanya bertugas sebagai booster saat permainan lead, bahkan kalo kita lihat di penampilan live, Eross jarang sekali menggunakan stompbox, dia memainkan knob volume untuk efek crunch atau crisp. Jika  ingin suara clean, dia mengecilkan volume gitarnya.
 Suara Telecaster Eross ‘pecah’? Well, lebih baik pakai kata crunchy, crispy, …, lebih diterima oleh banyak gitaris, 🙂

3D Animation of 2D Diffusion Equation using Python, Scipy, and Matplotlib

 I wrote the code on OS X El Capitan, use a small mesh-grid.  Basically it’s same code like the previous post.
 I use surface plot mode for the graphic output and animate it.
 Because my Macbook Air is suffered from running laborious code, I save the animation on my Linux environment, 1024 bitrate, 1000 frames.

story

import scipy as sp
import time
from mpl_toolkits.mplot3d import Axes3D
from matplotlib import cm
from matplotlib.ticker import LinearLocator, FormatStrFormatter
import matplotlib.pyplot as plt

import mpl_toolkits.mplot3d.axes3d as p3
import matplotlib.animation as animation



dx=0.01
dy=0.01
a=0.5
timesteps=500
t=0.

nx = int(1/dx)
ny = int(1/dy)


dx2=dx**2
dy2=dy**2

dt = dx2*dy2/( 2*a*(dx2+dy2) )

ui = sp.zeros([nx,ny])
u = sp.zeros([nx,ny])

for i in range(nx):
for j in range(ny):
if ( ( (i*dx-0.5)**2+(j*dy-0.5)**2 <= 0.1)
& ((i*dx-0.5)**2+(j*dy-0.5)**2>=.05) ):
ui[i,j] = 1
def evolve_ts(u, ui):
u[1:-1, 1:-1] = ui[1:-1, 1:-1] + a*dt*(
(ui[2:, 1:-1] - 2*ui[1:-1, 1:-1] + ui[:-2, 1:-1])/dx2 +
(ui[1:-1, 2:] - 2*ui[1:-1, 1:-1] + ui[1:-1, :-2])/dy2 )


def data_gen(framenumber, Z ,surf):
global u
global ui
evolve_ts(u,ui)
ui[:] = u[:]
Z = ui

ax.clear()
plotset()
surf = ax.plot_surface(X, Y, Z, rstride=1, cstride=1, cmap=cm.coolwarm,
linewidth=0, antialiased=False, alpha=0.7)
return surf,


fig = plt.figure()
ax = fig.add_subplot(111, projection='3d')

X = sp.arange(0,1,dx)
Y = sp.arange(0,1,dy)
X,Y= sp.meshgrid(X,Y)

Z = ui

def plotset():
ax.set_xlim3d(0., 1.)
ax.set_ylim3d(0., 1.)
ax.set_zlim3d(-1.,1.)
ax.set_autoscalez_on(False)
ax.zaxis.set_major_locator(LinearLocator(10))
ax.zaxis.set_major_formatter(FormatStrFormatter('%.02f'))
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='x', offset=0. , cmap=cm.coolwarm)
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='y', offset=1. , cmap=cm.coolwarm)
cset = ax.contour(X, Y, Z, zdir='z', offset=-1., cmap=cm.coolwarm)

plotset()
surf = ax.plot_surface(X, Y, Z, rstride=1, cstride=1, cmap=cm.coolwarm,
linewidth=0, antialiased=False, alpha=0.7)


fig.colorbar(surf, shrink=0.5, aspect=5)

ani = animation.FuncAnimation(fig, data_gen, fargs=(Z, surf),frames=1000, interval=30, blit=False)
ani.save("2dDiffusion.mp4", bitrate=1024)

#plt.show()

.