Asus Eee PC won’t Enter BIOS

Got this Eee PC without OS. 
Planned to install it myself. 
This netbook don’t have cd drive. 
so the choice is via pxeboot or flash/thumb drive. 
(have set PXE boot several month ago for CentOS, and have no desire to do it again or my head will split 🙂 ) 
so via flash drive then 
we could use any thumb drive and any iso, given it have enough space
we could make this pen drive bootable with any tool (windowsbased, linux via dd, os x based, unix based) just google for it
Okay
what now
First, we must set BIOS of this netbook to boot via USB drive
to enter BIOS we must press F2 after powered this device on
or maybe F1
ESC
DEL
F12
err, it seem I couldn’t get bios interface. Googling around and found out that I have to repeat the press on F2 fast
and, hooray…
succeed, installed OS on it
but, wait
my OS is 32bit
I have 4GB RAM on this eee PC and 32bit OS generally could only handle 3.6GB RAM, oh my…
download 64bit iso
make it bootable on flashdrive
reinstall the OS, but…. it won’t enter BIOS, again
no mater how fast I press F2 key it’ll always go to OS boot 
same thing happenend to del, esc, F1, F12 keys
🙁
(wish for luck)
grab external usb keyboard
plug it on
press power, press F2 and, tadaa…, oh my God, that BIOS interface…
(reinstalling)
now my ASUS Eee PC have 64bit OS on it
🙂
 

My device is Asus eeepc x200ca-kx190d 1007/4g/500g/dos/blu

Kalimat Lengkap

Kadang kita berlebihan dalam mengamini sebuah doa. Bahkan ada yang bilang amin tiap detik. Tanpa benar-benar mengerti apa yang di-amin-i. 

Tentu saja kita berbaik sangka pada yang memimpin doa secara fasih dengan bahasa non-Indonesia. Namun bagaimana misal arti sebuah doa itu seperti ini, dan kita mengamini secara membabibuta, 🙂

Ya Tuhanku, (amin) 
Aku berdosa padamu (Amin)
Ku khianati janjiku tuk tak tinggalkan ibadahku padamu (Amin…)
Ku tak layak di surgamu (AMIN…!!!)
Ku pantas di nerakamu (AMIN…, YA ALLAH…!!!)
Ampunilah aku (UHUK…, UHUK,…,) [terbatuk karena kebanyakan teriak terlalu keras]

Orientasi

Kadang malah berakibat menjadi

disorientasi,
pingsan,
memar,
babak belur,
bahkan mati.

MOS, MOK, OPSPEK, OSPEK, PKPT apapun bentuknya.

Tujuan awalnya adalah orientasi, pengenalan tempat menimba ilmu, menumbuhkan loyalitas.

Tentu saja ada yang ‘tidak sengaja’ menjadi tempat untuk pengenalan seberapa menyeramkan tempat baru itu, seberapa jahat senior, dan prospek untuk balas dendam dengan cara yang lebih kreatif dan kejam kepada junior tahun depan.

Tentu saja langkah paling aman bagi institusi jika “ketahuan” ada juniornya yang mati adalah dengan jawaban “kami tidak tahu, kami tidak mengijinkan kekerasan, yang terjadi di luar tanggung jawab kami”

Sepertinya harus ada aturan, jika ada kekerasan di sebuah institusi apapun bentuknya, maka para pejabat di institusi tersebut harus bertanggung jawab, turun jabatan DAN dihukum, terlepas dia tahu atau tidak, mengijinkan atau tidak. Dengan ancaman semacam itu maka para pimpinan institusi akan secara aktif mengontrol kegiatan-kegiatan di lingkupnya dan kemungkinan besar akan jadi ‘tahu’ dan ‘melihat’; dan akan segera tegas melarang kegiatan yang akan membuat dirinya turun jabatan dan dihukum.

Lebih keren lagi jika institusi tersebut ditutup, atau yang agak lunak, tidak boleh membuka pendaftaran barang setahun atau dua tahun. Selama ini terbukti peringatan tak akan memberi efek jera.

Mungkin aturan ini sudah ada

saya tidak tahu

mungkin tak diterapkan

tak ada yang berani

Terkungkung

Pagi datang terlalu dini 

dan malam tiba tanpa tergesa. 
Kadang yang kuinginkan hanya menunggu 
bayangan tempat ku sembunyi meninggalkanku.
Kutahu 
lebih mudah tuk lari  
daripada menatap matamu. 
Tapi ku kan tinggikan naungan ke angkasa. 
Dan disini 
dibawah bintang-bintang malam ini 
Aku berbaring. 
Dia akan perlahan bersinar
saat setelah malam terpanjang
kubangun dari terkapar 
Mimpi-mimpi berguncang
menggemakan lonceng
membuka paksa mata lelahku
dengan hujaman cahaya
semua memori mengalir bergolak 
menusuk masuk 
ke dalam kepala

Di lilin hati

Di cermin jiwa
dia berdansa
Dia berdansa
di ranjang 
melintasi malam
remang gulita
Dan terhuyung ke jendela
tuk menghempaskan tabir 
ke dinding dia bergulir
Dan terdengarlah suara merdu
Dari menara gading nan syahdu
‘“Biarkan cahaya melingkupimu” 
sudah lama
tuk merasa
namun akhirnya
dia hanya melihat
hanya melihat
hitam
putih
 
putih
hitam
hitam 
putih
Surga seharusnya lebih dari ini
Saat malaikat mengecup tuk bangunkanmu dari mimpi
Hati suci tak kan tersakiti
tapi bukan hatiku
hatiku tak kan sama lagi
Dia berdiri di jendela
bayangnya perlahan sirna
Dan terdengarlah suara merdu
Dari menara gading nan syahdu
‘“Biarkan cahaya melingkupimu” 

Kupernah tersesat

namun telah kembali
saat terdengar serpihan tajam kaca 
bergerincing di sekitarku
ku pernah hempaskan 
semangat ke jurang menganga
namun kali ini
kan kugenggam erat
kuangkat tinggi
dia bisikkan kata-kata
tuk jernihkan jiwa
sekali ku melihat
sekarang ku buta
Kutahu 
lebih mudah tuk lari  
daripada menatap matamu. 
tapi
telah kuberi semua
yang kupunya
kini tersisa
candu yang harus juga binasa
Malam ini
masih disini
terkapar tak berdaya
diselimuti cahaya
(Surrounded by Dream Theater on Images and Words)

The Magic “Anagram” Move on Keynote

Installing Keynote 6.2.2.

It’s fast.

Upgrade my old Keynote files, no problem, almost all animations and transitions is okay. Anagram, my favourite transition, works well on new Keynote.

Until I creates new presentation directly from it.

Well, duh, … (description about getting used to new interface with tripped out here and there)

and what…? Where’s my lovely anagram?

(feels depressed)

Fiddling some days

and hooray…, the anagram’s there, it just didn’t appear as single transition, it merged to magic move

the bonuses is, we still able to move other object, even resize it, just as old magic move do

Now, my favourite transition is Magic Move, 🙂

here the vid

 

Lama tak jumpa

Duk, 

Gubrak, 
Gleduk, 
“Hey Ar…” 
Yang pertama adalah suara tangan yang menepuk punggungku 
Yang kedua adalah suara kakiku kehilangan kesetimbangan (versi kartun, hiperbola), 
Yang ketiga adalah suara kepalaku kejeduk paving
“ups, sori Ar, ternyata bener kamu”
pusing, 
kulihat siapa yang tega-teganya menghabisi aku siang-siang di jam makan siang, di perjalanan terseok-seokku ke warung Mc D(ayat). Dia bersandar di Xenia silver (eh, ada xenia warna selain silver gak?), rupanya dia sembunyi di baliknya sebelum nggebuk aku, err… menyapa aku untuk membuat surprise, dia kawan lama.
“eh, oh…, halo mas” kepalaku cenut-cenut
“hohoho, lama tak jumpa, gimana kabar nih” sambil menepuk-nepuk pundakku, memang bikin pangling, dia dulu super kurus
“aduh”, kuraba ada benjol di kening kiriku
“kenapa Ar?” dia bilang gitu sambil berkacak pinggang, memamerkan perut gendutnya,  blackberry di genggaman kiri, satunya pegang Android entah apa 
“ah, gakpapa kok”
“wah, kukira kamu pusing habis kejeduk tadi” katanya santai
🙁