Tantrum

 Disalah satu kegiatan guru PAUD. 
Setelah ujian. 
“Mas, Tantrum itu apa?” kata seorang ibu yang masih pegang clipper tuk tatakan lembar jawaban komputer 
Ibu ber-sweater di sebelahnya nyeletuk “Weleh, yo jelas masnya gak ngerti, lha wong dari fisika kok ditanya gitu.” 
“Ehehe, tahu mas?” kata ibu yang membawa clipper itu
“Tantrum bahasa inggris to bu? Kalo itu artinya tiba-tiba ngamuk”
“Masak sih?”
Ibu ber-sweater mengambil alih “Hm, maksudnya masnya ini mungkin anak yang sering muter-muter kelas”
“err, anu, bukan itu…, maksud saya…”
“Oh, gitu ya, berarti tadi njawabku bener, gangguan motorik kasar dan halus, kan anak tantrum itu yang lari-lari terus di kelas.” kata ibu itu sambil memasukkan clipper ke tas hitam mengkilat tanpa resleting (ehm, replika hermes kah, atau asli?)
“Iya, aku juga njawab yang itu” kata ibu bersweater
“Bu, anu tantrum itu….”
“Wah syukurlah tadi njawabnya itu” sambil ngeloyor, clippernya menyembul dari tas hitam mengkilap itu, terlalu besar.
(Ada yang nggremeng di kejauhan, “waduh, tadi aku njawab emosi dan sosial”)
Ibu bersweater masih semangat  cerita, entah ke siapa karena sudah gak ada yang lain di dekatnya 
“Lha iya, gimana sih, banyak yang soalnya salah, kriya tuh apa hayo artinya, bahasa apaan tuh, harusnya kan karya” 
….,
Duh, lha kalo baca soalnya saja salah, gimana njawabnya nih. 

Jawaban konfirmasiku dianggap salah karena aku berlatarbelakang fisika 🙂
(tan·trum

ˈtantrəm/

noun
an uncontrolled outburst of anger and frustration, typically in a young child.

“he has temper tantrums if he can’t get his own way”

synonyms: fit of temper, fit of rage, fit, outburst, pet, paroxysm, frenzy, bad mood, mood, huff, scene; 

informal hissy fit
“how can you tolerate his tantrums?”
)

What happened to Nico Rosberg?

What’d he tried to prove?

Maybe I’m wrong (and it’s often 🙂 ), but I think it payback of Hamilton’s act several race ago when he refuse to gave Rosberg a room to pass him, and team do nothing about that.

But now, the boss is furious, 🙁

Just remember Vettel and Webber relation on previous session back, 🙂

Amdahl

 If the automobile had followed the same development as the computer, a Rolls Royce would today cost $100, get a million miles per gallon, and explode once a year killing everyone inside. — Robert Cringely, InfoWorld 

Pagi tanpa Sabit Tua

Angin berhenti
Lapangan
Kuburan
Ajaib?
Ngantang
Dikelilingi gunung
Mungkin lembah
Gema takbir bak musik dugem, 
semua ngobrol tak ada yang peduli. 
Yang penting niatnya? 
🙂

Niat

Yang penting niatnya 
Menyumbang tuk main game online?  Memberi receh lima ratus atau seribu  ke anak-anak peminta di perempatan lampu merah? Saya pernah ke warnet dekat situ dan saya hafal wajah-wajah mereka yang diperempatan. Wajah-wajah yang sama yang serius nge-game di bilik-bilik warnet. Kalo mereka ditanya kenapa gak sekolah jawabnya jelas:”tak ada biaya”. Coba tanya: “kalo punya uang banyak mau ngapain?”, apakah sekolah merupakan jawaban mereka? Sepertinya malah kalo dikejar, mereka malah balik tanya:”buat apa sekolah?” Tuk cari kerja. “Saya gak sekolahpun sudah dapat uang”, well,  skak…
Menyumbang tuk bangun rumah kampung pengemis.
Berita lama, dan memang hanya jadi sekedar berita. Tentang sebuah kampung dengan rumah-rumah mewah. Dan mereka membiayai itu dari mengemis.
(Pernah lihat film yang berkisah tentang hacker yang mengambil sedolar dari sepuluh juta akun?)
Prinsipnya sama. Jika di sebuah perempatan ada satu dari lima pengendara yang memberi lima ratus rupiah (sekarang jarang ada yang memberi seratus), maka jika jalan ramai maka penghasilan “fulltime” hari itu bisa dapat hampir setengah juta, walaupun di akhir hari dipotong tuk arisan dua ratus ribu. Tak perlu susah juga, sekrang mengemis bisa sambil bersepatu, pake topi/kerudung, bisa bawa tas pinggang kulit keren tuk tempat uang. Dan bisa beli jus/es yang ditaruh di semak trotoar tuk diminum jika haus.
Emang kenapa sih?
Yang penting kan niatnya bagus. Perkara nanti digunakan tuk apa ya bukan urusan saya, yang penting niatnya bagus. 
Dari kenalan socmed yang mungkin copas dari teman yang juga mungkin copas dari teman yang lain yang juga mungkin… (Kejadian di tempat makan)
Dia sedang makan
Dihampiri pengemis dengan modus:”kasihan pak, lapar, sehari belum makan” 
“Baik, yuk sini makan sama saya, mau pesan apa nanti saya yang bayar”
“Minta uang saja Pak”
Masih kurang bagus apa niat tuk ajak makan? Sudah sangat sesuai dengan kondisi pengemis yang katanya lapar.
Mungkin modusnya harus diganti. Jangan mengaku lapar kalo mengemis di tempat makan, kecuali memang lapar dan mau kalo diberi makanan, 🙂