Lazarus on OS X 10.9

installing

fpc
fpc-src
lazarus

an all I got is this

it seems with Maverick, Apple introduced Xcode 5 and dropped GDB in favor of the LLDB debugger. Because Lazarus doesn’t support LLDB (yet), Lazarus fails running compiled applications if the Debugger (Default: GNU debugger (gdb)) isn’t disabled.

Sumur tanpa Bayangan, Miring, Nol, dan Radioaktif

“Jadi cara menentukan keliling bumi dan sumur adalah dengan cara membandingkan bayangan yang jatuh di sumur kita di siang hari tepat jam duabelas dan sumur lain yang tidak punya bayangan di tempat lain.

“Jika kita tahu jarak kita ke tempat sumur tanpa bayangan tesebut maka kita bisa membuat perbandingan.

“Misal sudut bayangan yang jatuh di sumur kita adalah theta, maka perbandingannya adalah theta dengan 360 dan jarak ke tempat sumur tanpa bayangan dengan keliling bumi.

“Karena kita tahu nilai theta dan jarak ke sumur tanpa bayangan, maka keliling bumi dapat dihitung.

θ/360=jarakKeSumurTanpaBayangan/KelilingBumi

“Sehingga KelilingBumi=jarakKeSumurTanpaBayangan x 360/θ”

“Nol itu nilai apa pak?”

“Nol mana?”

“Di atas 360 itu”

“Oh itu bukan nol tapi theta”

“theta itu apa pak?”

“Theta itu sudut kemiringan sumur, baik saya ganti simbolnya menjadi alpha saja”

“Alpha itu zat radiokatif ya pak?”

“…” (hapus simbol alpha dan diganti dengan tulisan ‘sudut’)

(suasana di pelatihan guru pembimbing olympiade sains)

iBooks Author Supported Equation with Latex-style Input

Finally, the dream comes true 🙂

Tonight, I give iBooks Author a try, ehm…, actually second (alright third…) try. I have it since Mountain Lion (or maybe Lion) on my mid 09 13 inch aluminium unibody macbook pro, installed and never touched.
To be fair it’s awesome, having simplicity of pages and keynote yet produce a powerfull, beautifull PDF (or ibooks) file.
And guess what… When I scrambling toward menu, there’s “Equation” item under “Insert” menu.
Curious
Clicked it and…

“Insert Latex or XML equation …”
Wow,… The awesomeness is level up several degree 🙂
Maybe it’ll become my new main weapon replacing VIM+LaTeX combo to write book or publishing.
Maybe

Update:
-no footnote
-no bibliography

Jerawat Programmer

“Eh, itu fotomu pas masih kuliah ya”

“iya”

“wah, jerawatmu kok banyak”

“begitulah”

“Kayaknya kamu banyak pikiran ya”

“err…, mungkin…, sepertinya iya”

“Jangan terlalu banyak mikir, ntar jerawatnya tambah banyak”

“…”

“Emang mikirin apa?”

“mikir kenapa kok aku punya banyak jerawat”

….

Selalu Minta Struk di SPBU

Yeah, selalu minta struk di SPBU yang ada fasilitas print-out struknya. Karena ada beberapa SBPU, meskipun kita tidak minta struk, mereka tetap menge-print tuk di”simpan”, apalagi jika kita beli bensin dalam jumlah banyak. Ada beberapa konsumen SPBU yang meminta struk bernilai besar padahal beli bensin cuma sedikit; buat laporan ke kantor untuk uang pengganti bensin.

Mari kita cegah korupsi semacam ini bersama-sama.

Beware of Apple ID Theft

I got this email

The Frequently Asked Question link is right, it point to official apple website. But when I clicked “Verify Now” all I got is this

(look at the pic below, notice the red oval). 

I stripped the address and just left the “http://vadhuvarmumbai.com” and I got this

🙂

My new OS X Maverick

Just install it on my mid 2009 Macbook Pro 13 inch and well…, nothing change at the first look. It just like the old Mountain Lion appearance.

Wait, oh yeah, there is iBooks in the Dock and wow…, iOS Maps is there as well.

More importantly, the Safari is quite stable now, at least I didn’t use Chrome for 3 hours now, :). Of course it’s good signal of Safari direction,  I used to use Chrome in Mountain Lion and now glad I can switch back.

Studio Rekaman Tak Terduga

Sudah lama tidak take dan mixing lagu sendiri, kangen juga.

Malam-malam, semua sudah tidur. Buka laptop, buka aplikasi GarageBand dan take… action…
….
loh, kok?
Saking sensitifnya microphone si Mac, suara gemericik air kamar mandi pun sampai terdengar; juga rengekan si kecil yang minta “emak” dot.
Buyar
ups,…, gimana kalo…
akhirnya install GarageBand di iPhone, bawa gitar akustik nylon klasik ke mobil, tutup pintu dan… yes…tak terdengar suara dari luar.
just wait…, setelah ini akan muncul lagu-lagu baru dari super-mini-compact-portable-music-studio: Mazda 323f Astina, 🙂

Urine Sapi, Rumput dan Kemarau

Saat ini rumput masih menjadi makanan utama sapi perah namun keberadaan rumput yang subur dan disukai sapi mulai jarang ditemukan secara bebas sehingga kegiatan “ngarit” (jawa: mencari rumput) sudah banyak ditinggalkan bagi pemilik sapi.

Bagi pemilik sapi perah, sekarang lebih mudah membeli rumput gajah daripada mencari rumput di sawah atau hutan yang keberadaannya semakin jarang. Menanam rumput gajah sendiri juga bukan sebuah pilihan yang menarik karena harus merawatnya dengan memupuk dan mengairi; sebuah hal yang sulit sekarang di mana pupuk relatif mahal dan musim kemarau yang berkepanjangan dengan datangnya hujan yang sulit diprediksi.

Di sisi lain, kotoran sapi selama ini telah menjadi pupuk kandang dan dipakai di berbagai daerah. Pertanyaannya kenapa tidak menanam rumput gajah dengan pupuk kotoran sapi saja? Jawabannya biasanya adalah kotoran sapi tersebut dijual sehingga tidak memungkinkan (tidak boleh) untuk digunakan sebagai pupuk kandang. Selain itu, agar kotoran sapi dapat menjadi pupuk, kotoran sapi harus dibiarkan dulu (fermentasi) beberapa minggu. Penggunaan langsung kotoran sapi pada tanaman berakibat tidak baik. Hal lain dari penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk adalah, tanaman masih membutuhkan air sehingga sulit dilakukan saat musim kemarau.

Saat ini air kencing sapi menjadi limbah yang terbuang percuma karena tidak dapat dijual dan bermasalah bagi lingkungan karena menimbulkan polusi bau karena tempat pembuangannya biasanya dijadikan satu dengan kotoran sapi; kotoran sapi tidak lekas kering dan kotoran sapi yang basah baunya sangat menyengat. Padahal jika ditelaah, air kencing sapi memiliki kandungan urea yang cukup tinggi sehingga bagus untuk tanaman, terutama untuk pertumbuhan rumput gajah.

Penggunaan air kencing sapi sebagai pupuk untuk rumput gajah (makanan utama sapi) memiliki beberapa keuntungan. Pertama adalah bebas biaya karena merupakan limbah dari sapi itu sendiri.

Keuntungan kedua adalah menyelesaikan masalah bau dari pembuangan air kencing sapi. Selama ini air kencing sapi dibuang ke tempat yang sama dengan kotoran sapi sehingga kotoran sapi tidak lekas kering. Hal ini menimbulkan bau yang menyengat dan kotoran sapi yang masih basah tidak dapat dijadikan pupuk kandang. Dengan mengalirkan air kencing sapi ke lahan penanaman rumput gajah maka secara otomatis kotoran sapi tidak tercampur dengan urine sapi dan lebih cepat kering (lebih cepat terfermentasi menjadi pupuk kandang dan dapat dijual).

Keuntungan yang ketiga adalah meyelesaikan masalah ketiadaan air saat kemarau. Dengan menggunakan air kencing sapi, selain sebagai pupuk dengan kandungan urea yang tinggi, air kencing sapi juga berfungsi untuk mengairi rumput gajah sehingga tidak mengalami kekeringan.